Steamboat Mountain adalah pembunuh. Setiap sopir truk yang menyusuri
jalan raya Alaska memperlakukannya dengan hormat, terutama di musim
dingin. Tikungan dan belokan jalan di gunung itu dan tebingnya yang
curam menukik tajam dari jalanan berlapis es. Tak terhitung truk dan
sopir truk yang tersesat di situ dan masih banyak lagi yang diyakini
akan mengikuti jejak terakhir mereka.
Dalam suatu perjalanan di jalan raya itu, aku bertemu dengan Royal Canadian Mounted Police (polisi Kanada) dan beberapa mobil derek, menarik sisa sebuah mobil menaiki tebing terjal. Aku memarkir trukku dan menghampiri sekelompok sopir truk yang diam mengawasi mobil hancur yang mulai muncul dari jurang.
Salah seorang polisi menghampiri kami dan berkata perlahan, “Saya minta maaf,” katanya, “Sopirnya sudah meninggal saat kami menemukannya. Ia pasti melampaui jalan ini dua hari yang lalu waktu ada badai salju yang buruk. Tak terlihat banyak jejak. Untung kami melihat sinar matahari memantulkan logamnya.” Ia menggelengkan kepalanya perlahan dan merogoh saku mantelnya. “Ini…, mungkin kalian sebaiknya membaca ini.
Rupanya dia masih hidup beberapa jam sebelum mati kedinginan.”
Dalam suatu perjalanan di jalan raya itu, aku bertemu dengan Royal Canadian Mounted Police (polisi Kanada) dan beberapa mobil derek, menarik sisa sebuah mobil menaiki tebing terjal. Aku memarkir trukku dan menghampiri sekelompok sopir truk yang diam mengawasi mobil hancur yang mulai muncul dari jurang.
Salah seorang polisi menghampiri kami dan berkata perlahan, “Saya minta maaf,” katanya, “Sopirnya sudah meninggal saat kami menemukannya. Ia pasti melampaui jalan ini dua hari yang lalu waktu ada badai salju yang buruk. Tak terlihat banyak jejak. Untung kami melihat sinar matahari memantulkan logamnya.” Ia menggelengkan kepalanya perlahan dan merogoh saku mantelnya. “Ini…, mungkin kalian sebaiknya membaca ini.
Rupanya dia masih hidup beberapa jam sebelum mati kedinginan.”



